Dokter Mata untuk Masyarakat Kepulauan

Ketika saya melakukan pelayanan di daerah kepulauan pada Indonesia bagian Timur, saya jarang sekali menemukan dokter spesialis mata yang menetap. Artinya dokter yang melakukan pelayanan kesehatan mata di daerah tersebut itu jarang sekali yang menetap lama. Padahal, kalau dilihat secara angka, banyak sekali yang membutuhkan pelayanan kesehatan mata di daerah kepulauan Indonesia Timur. Ketika Rumah Sakit Terapung Ksatria Airlangga datang sepertinya primadona di daerah itu selalu mata.

Jadi, pada waktu kapal Rumah Sakit Terapung Ksatria Airlangga datang itu bagaikan mengobati rindu yang sudah tak tertahankan lagi. Ada satu cerita yang mengena di hati saya, saat di Waingapu kemarin ada pasien yang dianter sama cucunya, dia mengalami buta total selama lima tahun. Dia harus naik ke lantai 2 menggunakan tangga yang susahnya luar biasa. Jadi selama ini, dia tidak bisa hidup secara mandiri. Dia selalu membutuhkan pertolongan sama seluruh keluarganya secara bergantian untuk melakukan sesuatu. Dan, dia hidupnya benar-benar sangat tergantung sama orang lain. 

Setelah kami melakukan tindakan operasi pada pasien karena sudah lamanya lima tahun dia mengalami buta total pada kedua mata, jadi kami tidak bisa memberikan harapan mengenai penglihatan yang sangat bagus. Alhamdulillah, dia sudah bisa melihat dengan jarak sekitar dua meter. Buat dia, dua meter adalah segalanya. Dia sudah bisa makan sendiri, dia bisa menjalankan kehidupan sehati-harinya dan tidak harus membuat dirinya tergantung. Pasien ini kalau tidak salah usianya sekitar 80 tahun dengan kondisi lensa mata yang sudah supluksasi jadi saya tidak memasang lensa karena sudah tidak mungkin bisa untuk dipasang di mata dia. Jadi, dengan operasi yang sangat sederhana. Kami hanya mengeluarkan lensanya kemudian dibiarkan tidak perlu menggunakan lensa tanem. Setelah melakukan operasi, pasien ini bisa kelihatan satu sampai dua meter saja bahagianya luar biasa sekali. It is simple think, kita tidak perlu yang mau hebat-hebat bawa mesin atau segala macem. Tapi kita mengurusi orang-orang yang memang sudah buta. Orang-orang yang sudah terganggu dengan segala macemnya, ia tidak bisa mendapatkan pelayanan kesehatan mata secara layak. 

Jadi disini saya tidak habis fikir, padahal mereka orang Indonesia, mereka adalah rakyat kita, mereka adalah orang-orang kita, mereka adalah saudara kita. And we just come and do somethingBagi saya, aksi lebih baik daripada sekedar janji. Banyak sekali pasien-pasien yang sudah buta dua tahun sampai tiga tahun. Mereka begitu banyak ketakutan, ketidakberhasilan juga kecemasan, yang semua itu harus bisa diberantas. Mereka di sana kekurangan dokter mata. Pulau Alor, Wakatobi, Waingapu tidak ada dokter spesialis matanya So, i know where have to go. Ini bukan masalah relawan, namun maslaah panggilan hati. Kemana mereka yang buta, harusnya kita kesitu yang menuju. 

Bagi saya yang paling berkesan adalah mereka yang sudah buta sama sekali kemudian kita beri kesempatan untuk bisa melihat, walaupun hanya sedikit sekali dia bisa melihat tapi itu merupakan segalanya buat dia. You give an new life, new hope. Tidak perlu harus ngomong yang berbunga-bunga atau sampai berbusa-busa. 

Kita lihat dari kenyataan saja, memang segalanya menjadi sangat mahal kalau dihitung, selama ini pun kalau saya yang berangkat semua keluar dari dari pribadi saya. Alasan saya selalu begini itu karena saya tahu harus berbuat apa di daerah yang lebih membutuhkan keberadaan kita, tinggal hati nurani kita saja hartamu nanti mau dibuat seperti apa, mobil kijangmu mau dinaikkin kapan? Di dunia ini apa di surga? Mau beli rumah yang luar biasa besarnya nanti juga belum tentu dinikmati. Untuk sekarang, mungkin yang kamu lakukan dan yang saya lakukan saat ini sangat sederhana dan simple. Dan, menurut orang lain itu sudah biasa. Juga buat kita itu hanyalah sekedar angka. Anggap saja begini, operasi katarak kita cuma 20 dan itu hanyalah sekedar angka. Tapi untuk si pasien itu merupakan segalanya, kehidupan dan juga harapannya. Semua itu adalah seluruh dari yang dia miliki. Karena itu, saya akan kembali ke sana.

Diceritakan kembali, pelayanan operasi yang ada di Waingapu kemarin. Kisaran ada 105 pasien yang datang dan mendapat pelayanan. Dari sini pelayanan dimulai dari pukul 2 siang hingga pukul 10 malam dengan jumlah pasien sekian ratus. Untuk persiapan pelayanan selanjutnya, saya akan membawa tim yang jauh lebih banyak dan lebih siap lagi dengan mengirimkan truk yang berisi perlengkapan dan selanjutnya. So, we can to better

Kalau menurut saya, untuk membantu pemerataan pelayanan pada kesehatan mata di daerah Indonesia Timur harusnya ada orang-orang yang mau bekerja di sana. Setidaknya, dari tim dokter mata bisa bergantian untuk membantu pelayanan kesehatan mata karena sistem pemerintahan saat ini harus ada surat izin praktek dan sebagainya. Dalam hal ini, sebenarnya bisa menggunakan Building the system, building the web untuk memantau pelayanan kesehatan mata yang ada di daerah kepulauan Indonesia timur. Sesuai dengan apa yang sudah saya ikrarkan, saya akan mengabdi untuk negeri melalui bidang kesehatan. Saya akan melakukan ini sampai saya mati, sampai saya tidak bisa mengoperasi lagi. Dari sini, menurut saya yang penting aksi bukan hanya sekedar mengobral janji.

you don’t have to be rich, you don’t have to be famous, you don’t have to be anything, just ask yourself, what you can do? That’s what i did. Just do and keep doing.

Cerita dr. Armanto, Sp. M.

3 thoughts on “Dokter Mata untuk Masyarakat Kepulauan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *